Pabrik Plate cold-rolled annealed steel Krakatau Nippon Steel Sumikin Resmi beroperasi

Pabrik Plate cold-rolled annealed steel PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS), perusahaan joint venture antara Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) meresmikan pabrik barunya di plant site Cilegon, Banten

Peresmian pabrik galvanizing, annealing and processing line (GAPL) dilakukan hari ini di plant site Cilegon, Banten. Saat ini KRAS memiliki porsi 20% saham KNSS sedangkan sebagian besar sisanya dimiliki oleh Nippon Steel and Sumitomo.

‘KNSS sendiri telah mulai beroperasi pada bulan Juli 2017 dengan kapasitas produksi 480.000 metrik ton per tahun,’ ujar Djoko Muljono, Direktur KNSS dalam siaran persnya, Selasa (7/8).

Nantinya pabrik tersebut akan memproduksi cold-rolled annealed steel, hot-dip galvanized steel dan galvanenealed, termasuk juga lembaran baja untuk panel luar otomotif dan komponen otomotif tahan karat.

Pabrik KNSS sudah selesai pembangunannya pada tahun lalu dan mulai melakukan proses commisioning. Baru pada hari ini pabrik tersebut bisa beroperasi secara komersial.

Pabrik Plat Baja KNSS Hampir Rampung

10921-beyondmildsteelplate

Pabrik plat baja otomotif jenis galvanis milik PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) yang terletak di Cilegon, Banten, diperkirakan mulai beroperasi pada 2017. “Saat ini pembangunannya sudah mencapai 60 persen,” kata Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika I Gusti Putu Suryawirawan, ¬†usai bertemu dengan jajaran direksi KNNS di Gedung Kemenperin Jakarta.

Pabrik plat baja KNSS akan memproduksi 480 ribu ton plat baja galvanis per tahun yang akan memenuhi kebutuhan industri otomotif di dalam negeri, di mana komponen tersebut masih diimpor 100 persen saat ini.

Pabrik plat baja KNSS, masih mengimpor bahan baku CRC dengan spesifikasi khusus untuk membuat bagian luar kendaraan.

Pada kesempatan tersebut, Putu juga meminta agar KNNS memproduksi galvanis untuk kebutuhan industri elektronika di Indonesia.

“Kami minta supaya tidak hanya plat galvanis, ke depannya mereka juga memproduksi baja berlapis, masuk ke plat yang tipis. Jadi, juga menggunakan cat atau lapisan lain supaya bisa digunakan industri elektronika,” ujar Putu.