Berandalan Pencuri 44 Batang Besi Bekas PT Pertamina Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Susu

 

Dua pria pelaki pencurian puluhan batang besi bekas PT. Pertamina bernasib naas. Keduanya terciduk oleh personel Polsek Pangkalan Susu bersama beberapa barang bukti hasil pencurian besi bekas PT. Pertamina. Akibatnya, kedua pria ini terpaksa mendekam di sel tahanan sementara Polsek Pangkalan Susu, Selasa (8/5/2018)

Pelaksana Harian Kapolsek Pangkalan Susu, Iptu M Jamal mengatakan, kedua pria diamankan jelang dini hari Senin, (7/5/018) sekitar pukul 23.00 WIB. Dua pencuri diamankan saat berada di Water Threadman Injecsi Plant Eks Jafek, Dusun Kampung Baru Desa Serang Jaya Hilir Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat.

Keduanya yakni, Budiono alias Sudut (49) kesehariannya bekerja mocok-mocok, warga Dusun II Nelayan Desa Serang Jaya Hilir Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat, dan Epi Mayasari (35) seorang wiraswasta warga Dusun II Nelayan Desa Serang Jaya Hilir Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat.

“Keduanya diamankan personil Unit Reskrim Polsek Pangkalan Susu dibantu Personil Pospol Prapen Polsek Pangkalan Susu. Penangkapan hasil pengembangan dari salah seorang tersangka yang sudah tertangkap, Arham alias Am,” kata Iptu M Jamal

Dijelaskan Iptu M Jamal, ketiga orang ini pelaku pencurian puluhan batang besi bekas milik PT. Pertamina, EP Rantau yang terjadi pada hari Sabtu (7/4/2018) silam pada pukul 21.30 WIB. Penangkapan ini juga sesuai dengan LP / 24 / IV / 2018 / LKT / SEK PKL. SUSU Tgl. 8 April 2018.

Petugas polisi berhasil menemukan keberadaan Budiono dan Epi setelah adanya laporan dari warga bernama Syawaluddin Indra (52). Syawaluddin merupakan sekuriti di Dusun Tarakan Komperta Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang.

“Kasus ini berdasarkan informasi pelapor beserta saksi mendatangi TKP, namun sesampainya di TKP pelaku sudah tidak berada di tempat. Pelapor beserta saksi melakukan pengejaran dan berhasil menemukan kenderaan yang dibawa oleh pelaku tepatnya di Depan SMP Negeri Prapen Desa Perkebunan Prapen Kecamatan Pematang Jaya. Pada saat penyergapan, pelapor beserta saksi berhasil mengamankan Arham. Namun dua orang pelaku lainnya berhasil melarikan diri. Atas kejadian ini PT. Pertamina, EP Rantau mengalami kerugian Rp. 5 juta rupiah,” jelas M Jamal.

Total dari pencurian yang dilakukan ketiga pelaku, petugas turut memgamankan 44 batang besi siku, 10 potongan plat besi, satu roda angin, satu pacs ring. Selain barang bukti pencurian, petugas juga menyita satu unit Mobil Pick Up Grand Max BK 8876 CF yang diduga sebagai kendaraan pelaku melancarkan aksinya.

 

Sumber:  www.medan.tribunnews.com

Iklan

Plat Besi Duta Logistik Senilai Rp 200 Juta Lenyap Dibobol Maling

Gudang PT Duta Logistik Asia di Sagulung kebobolan, Selasa (20/3). Sebanyak 52 plat besi untuk mesin pembakaran arang bernilai Rp 200 juta lenyap dari lokasi perusahaan tersebut. Pelaku pencurian adalah Natanael Marbun karyawan perusahaan yang beraksi bersama Gozali dan Bt, dua rekannya.

Natael dan Gozali sudah diamankan Polsek Sagulung, Kamis (22/3) malam, sementara Bt masih buron.

Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto menjelaskan, penangkapan dua pelaku itu merupakan tindak lanjut dari laporan pihak PT Duta Logistik Asia terkait aksi pembobolan itu. “Ada petunjuk jadi tak begitu lama kami selidiki. Kedua pelaku (yang sudah diamankan) kami tangkap di rumah mereka di Seilekop. Mereka tetanggaan,” ujar Hendrianto.

Dari keterangan kedua pelaku, sebelum beraksi mereka sudah merencanakan aksi pencurian itu. Otak pelaku pencurian adalah Natanael karena dia yang tahu persis keberadaan plat besi tersebut dengan berat masing-masing 15 Kg itu.

Dengan menggunakan sepeda motor becak, ketiga pelaku memasuki kawasan perusahaan di malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Kepada petugas keamanan perusahaan, Natanael beralasan untuk mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai dengan membawa dua rekannya. Ketiganya lantas mengangkut plat besi itu ke dalam becak mereka. Saat petugas sekuriti lengah ketiganya membawa keluar besi baja tersebut.

“Selain plat besi untuk mesin arang ini, mereka juga bawa besi scrab lainnya,” ujar Hendrianto.

Besi baja hasil curian itu dijual tiga pelaku ke salah satu pengepul besi tua di wilayah Sagulung seharga Rp 5,9 juta.”Sudah dijual dan mereka sudah bagi-bagi uang hasil jualan besi curian ini,” tutur Hendrianto.

Namun demikian aksi ketiga pelaku ini tak jelih, sebab kedatangan mereka ke lokasi perusahaan yang diketahui oleh petugas keamanan perusahaan. Ini memudahkan polisi untuk menangkap mereka.

Kepada wartawan, Natanael dan Gozali mengakui perbuatan mereka itu. Mereka nekad mencuri plat besi tersebut karena desakan ekonomi. “Serba kekurangan kami, makanya melakukan hal ini,” ujar Nayanel.

Harga plat besi yang dicuri para pelaku diakui Hendrianto bernilai sekitar Rp 200 juta. Besi baja itu memang mahal sebab terbuat dari material baja untuk mesin pembuat arang. “Besi baja ini didatangkan dari China, makanya mahal,” tutur Hendrianto.

Kedua pelaku yang sudah diamankan dijerat pasal 363 KUHP dan pasal 480 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara.

 

Sumber:  batampos.co.id

2 Juta Batang Besi Beton China Non SNI Disita

 

Kementerian Perdagangan mengamankan 2 juta batang besi beton yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia, di Balaraja, Banten. Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono menjelaskan produk besi beton yang diamankan ini terdiri atas berbagai merek dan ukuran hasil Produksi PT SS. Pengamanan produk ini merupakan hasil pengembangan dan pemeriksaan dari kegiatan pengawasan Kemendag.

Besi beton yang diamankan tidak memiliki sertifikasi produk pengguna tanda SNI (SPPT SNI) serta tidak memiliki nomor registrasi produk (NRP). Sehingga patut diduga besi beton ini tidak memenuhi persyaratan SNI dan hasil uji temuan di lapangan tidak memenuhi persyaratan SNI dan hasil uji temuan di lapangan tidak memenuhi persyaratan SNI. Imbasnya dapat menimbulkan kerugian bagi konsumen,” kata dai di lokasi penyitaan di Pabrik Baja Tulang di Balaraja, Kamis (24/5/2018)

Sebelumnya juga di Makasar Sulawesi Selatan Kemendag juga mengamankan 351.000 batang besi beton dari berbagai merek dan ukuran di Gudang CV SMM. Hasil Pengujian menyimpulkan produk tersebut tidak memenuhi persyaratan SNI 07-2052-2002 tidak memiliki SPPT SNI serta tidak memiliki NRP. Nilai total dari sitaan yang dilakukan Kemendag ini mencapai Rp 70 miliar.

“Kami akan koordinasi dengan Kementerian Perindustruian mengenai hal ini, karena ini juga terkait investasi di dalam negeri. Memang besi beton ini diproduksi di dalam negeri dan untuk kepentingan dalam negeri, tapi ini investornya dari China. jadi harus kita koordinasikan, permasalahannya bukan mereka bisa produksi besi beton dan merek, tapi mereka juga produksi untuk distributor besi beton tertentu dan itu harus ada suratnya,” kata dia .

Dia menjelaskan para pelaku usaha ini diduga melanggar dua pasal yaitu pasal 8 ayat (1) A Undang undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 57 ayat (2) undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan

 

Sumber: Detik Finance

Tongkang GMS MT 6 Batam Ditemukan Di Perairan Aceh Singkil

 

Nelayan Pulau Banyak, Aceh Singkil, Sabtu (21/4/2018) kemarin, menemukan sebuah tongkang berukuran panjang 75 Meter dan lebar 25 meter.

Tongkang saat ditemukan, terapung-apung sekitar 21 mil dari Pulau Ujung Batu, Kepulauan Banyak, Aceh Singkil.

Menurut laporan Antaruddin, Panglima Laot Pulau Banyak, Ahad (22/4/2018) kepada wartawan, setelah tongkang yang di lambungnya bertuliskan GMS MT 6 Batam itu ditemukan nelayan, pihaknya bersama anggota Polsek Pulau Banyak berangkat ke lokasi untuk memastikannya.

Setelah sampai dilokasi jelas Antaruddin, mereka menemukan tongkang tanpa awak dan terlihat sudah usang, tidak terawat.

“Ada tongkang besar terapung-apung di wilayah Pulau Ujung Batu. Dalam tongkang tak ada orang dan kondisinya pun sudah usang, tidak terawat,” jelas Antaruddin.

Bahkan, di seputar badan tongkang tambah Antruddin, sudah tumbuh pohon kayu setinggi dua meter dan rumput yang lebat.

Menurut pihaknya, tongkang yang terbuat dari plat besi itu sudah lama hanyut dan terapung di laut, diperkirakan 4-5 bulan lebih.

Sebagai langkah penyelamatan, panglima laut Pulau Banyak sudah menarik dan menambatkan tongkang tak bertuan itu di Pulau Balai.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada pihak yang mengaku sebagai pemilik tongkang

 

 

Sumber: www.acehtrend.co

Kenaikan Harga Plat Baja Mengerek Harga Kapal

Kenaikan harga plat baja sebagai komponen kapal sejak tahun lalu menambah faktor kelesuan permintaan karena turut mengerek harga kapal. Untuk itu, PAL melakukan beberapa upaya, salah satunya dengan menjalin kerja sama jangka panjang dengan mengikat harga saat berada di level rendah.

“Dulu sebelum harga minyak dunia turun, permintaan kapal niaga di PAL sebesar 60% dan 40% merupakan kapal perang. Sekarang berbalik, 80% kapal perang dan 20% kapal niaga,” tuturnya.

PT PAL Indonesia (Persero) menargetkan lebih banyak pesanan masuk dari Afrika seiring ditandatanganinya komitmen pembelian oleh A.D Trade Belgium.

Direktur Utama PAL Budiman Saleh menuturkan pihaknya saat ini akan langsung bekerja melengkapi persyaratan sehingga kontrak segera efektif.

Kapal yang akan dikerjakan oleh PAL yakni jenis Offshore Patrol Vessel dengan ukuran 60 meter. Meski sudah mendapatkan komitmen, Budiman belum bersedia menyebutkan besaran kontrak yang didapatkan maupun negara yang membeli produksi PAL.

“Nama negara tidak disebutkan dulu sampai dengan kontrak efektif,” tambahnya.

Budiman menyampaikan pemesanan dari Afrika ini merupakan bagian dari strategi PAL. Pembeli juga merupakan relasi lama saat dirinya masih mengabdi untuk PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Dalam kesempatan terpisah, dia mengungkapkan saat ini bisnis terbesar perusahaan masih berasal dari pesanan kapal untuk kebutuhan militer. Pesanan militer juga membuat pelanggan asing mempercayai produk PAL.

“Pemakai atau user pertama adalah Kementerian Pertahanan sehingga customer asing pun akan confident untuk memakai produk PAL,” sebut Budiman.

Sejak tahun lalu, PAL mengerjakan satu Landing Platform Deck (LPD), satu Kapal Cepat Rudal (KCR), satu kapal selam, upgrade kapal Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Malahayati, upgrade KRI Sampari & Tombak.

Sementara itu, tahun ini diperkirakan akan terdapat pekerjaan tambahan pemeliharaan dan perbaikan KRI yang terdiri dari empat kapal cepat rudal, dua PKR, tambahan kapal selam, kapal buru ranjau, kapal Offshore Patrol Vessel, dan pemeliharaan perbaikan rutin.

Selain itu, perseroan juga berupaya meningkatkan pekerjaan untuk produk non militer. Pekerjaan yang sedang dilakukan meliputi produksi alat pembangkit listrik untuk onshore maupun offshore, pengerjaan kapal niaga dalam negeri, dan meningkatkan penetrasi ke pasar internasional.

Director of Shipbuilding PAL Indonesia Turitan Indaryo menyebutkan tantangan industri perkapalan saat ini yakni kecendrungan pengguna membeli kapal bekas.

 

Sumber: Bisnis.com, JAKARTA

Harga Plat AS3678-350

Plat AS3678-350 adalah baja high tensile dengan kadar karbon rendah, cocok dipergunakan untuk aplikasi yang membutuhkan tegangan regangan dan tegangan tarik tinggi diatas rata rata plat mild steel.
Tensile Strength plat AS3678-350 490 – 610 MPa dengan Yield Strength 295 – 325 MPa

Tabel Ukuran dan Berat Plat AS3678-350

selengkapnya

Informasi harga dan Pemesanan

Pandai Besi Keluhkan Harga Plat Baja

Deru suara besi beradu dari sebuah gubuk kecil terdengar keras dari kejauhan.

Semakin mendekat, dua orang terlihat bergelut dengan panasnya bara dan baja yang masih berpijar dan berwarna merah menyala.

Deru suara besi beradu dari sebuah gubuk kecil terdengar keras dari kejauhan.

Semakin mendekat, dua orang terlihat bergelut dengan panasnya bara dan baja yang masih berpijar dan berwarna merah menyala.

Dua orang tersebut adalah Mustofiah (40) dan Hodirin (43) pandai besi dari Dukuh wonosari Desa Wonosari Kecamatan Bawang Kabupaten Batang.

Usai plat baja dipanaskan menggunakan bara dari arang kayu jati, kemudian dibentuk menyerupai sabit dengan cara dipukul menggunkan dua buah palu berukuran sedang.

Walaupun terbilang pekerjaan berat namun keduanya sudah melakoni pekerjaan menjadi pandai besi hampir 10 tahun.

Dan pekerjaan tersebut menjadi satu-satunya mata pencaharian untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Diterangkan Mustofiah, ia sanggup menjual sekitar 100 sabit setiap bulannya ke beberapa pasar tradisional yang ada di Kabupaten Batang.

“Sebenarnya lumayan permintaan alat pertanian seperti sabit dan cangkul tidak pernah menurun, namun kendala kami di bahan pembuatan yaitu plat baja,” ujarnya, Senin (16/4/2018).

Ditambahkannya untuk mencari plat baja ia bersama sang suami harus pergi ke Wonosobo.

“Sampai wonosobo, perkilogramnya sekarang mencapai Rp 10 ribu kalau beberapa bulan lalu masih di kisaran Rp 6 ribu,” paparnya.

Sementara itu Hodirin menerangkan selain bahan baku untuk menjalankan usahanya ia membutuhkan arang jati yang kian lama kian sulit dicari.

“Arang jati sangat susah, kami mencari masih di daerah Batang, kalaupun ada paling hanya 10 kilogram, jadi ya harus terus mencari sampai ke daerah daerah,” imbuhnya.

Adapun untuk harga sabit Hodirin mematok harga Rp 30 ribu dan cangkul di kisaran Rp 400 ribu.

“Kami satu di antara 15 pandai besi yang ada di Dukuh Wonosari, rata-rata kesulitan mencari bahan baku dan arang untuk pembakaran,” kata Hodirin.

Sumber: TRIBUNJATENG.COM