Tabel Ukuran Berat Plat SM490 YA

Tabel Ukuran Berat Plat SM490 YA

Tabel Ukuran dan Berat Plat SM490 YA

Product Thickness Size (Ft) Weight (Kg)
Plat SM490YA 8 mm 5′ x 20′ 584
Plat SM490YA 10 mm 5′ x 20′ 730
Plat SM490YA 12 mm 5′ x 20′ 876
Plat SM490YA 15 mm 5′ x 20′ 1096
Plat SM490YA 16 mm 5′ x 20′ 1167
Plat SM490YA 20 mm 5′ x 20′ 1467
Plat SM490YA 25 mm 5′ x 20′ 1835
Plat SM490YA 30 mm 5′ x 20′ 2210

Informasi harga dan Pemesanan

Iklan
Price List Plat SM490YA 2018

Price List Plat SM490YA 2018

price list plat sm490 ya

Informasi pemesanan & Harga:

Hubungi sales beyond-steel

Jual Baja Rel GB 9Kg

Baja Light Rail

Material: Q235B/55Q
Standar: GB/T 11264-89
Length: 6M & 12M
Origin: China

 

Tabel Ukuran & Berat Standar Baja LIGHT RAIL GB 11264-89

SIZE DIMENSION WEIGHT (KG)M
HEAD HEIGHT BASE WEB
A(MM) B(MM) C (MM) D (MM)
GB 9KG 32.1 63.5 63.5 5.9 8.94

Applikasi:
Railway Rail, MRT,LRT, etc

Material Rongsokan jadi Pedang Bernilai Tinggi

Material Rongsokan jadi Pedang Bernilai Tinggi

IMG_20160516_104919

Mengoleksi sekaligus membuat pedang merupakan hobi yang jarang ditemui. Banyak di antara pecinta pedang yang hanya membeli dari pengrajin dan tinggal memajangnya di dinding rumah.

Namun tidak bagi Zudy Wahyu Praptono. Pria 36 tahun yang sejak lama menyukai pedang ini akhirnya memutuskan untuk membuat sendiri. Untuk pertama kalinya ia membuat pisau skinner atau pisau kecil yang digunakan untuk memisahkan daging dengan kulit hewan. Ketika di-upload di Facebook, pisau buatannya itu ternyata laku terjual.

Zudy memang aktif di beberapa grub di Facebook. Mulai dari Indonesia Katana Lovers, Indonesian Blades, Forum Bilah Indonesia, Jogja Flying Metal (JFM), Krambit Indonesia Punya, Forum Kapak dan Bilah, hingga Golok Tradisional Indonesia. Hampir semua pemesan merupakan rekan Zudy di grub-grub tersebut.

Saking banyaknya pemesan, akhirnya sekitar tiga tahun lalu Zudy memutuskan berhenti sebagai pengrajin perak. Ia memilih menekuni profesi sebagai pengrajin pedang.

Sudah banyak jenis pedang yang ia produksi di rumahnya di Gedongan RT 1/RW 1 No 15 Desa Purbayan, Kota Gede, Yogya. Seperti Kerambit Minangkabau, Kukri, berbagai pedang dari Jepang seperi Katana, Wakisasi, dan Tanto, dan masih banyak lagi.

Pria tiga anak ini sengaja memilih bahan baku baja seperti SKD11. Dibanding stainless 420J2 yang memang menawarkan tesktur halus serta mengkilap, baja skd11 dinilai lebih kuat meski lebih mudah berkarat.

“Biar tidak karatan tinggal dioles Virgin Coconut Oil (VCO) dua bulan sekali. Setelah itu pajang lagi,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, beberapa waktu lalu, dikutip dari Harianjogja, Selasa (7/3/2016) malam.

Uniknya, baja yang ia gunakan sebagian besar merupakan rongsokan berupa pir truk dan laher. Setiap 1kg rongsok ia beli seharga Rp7.000.

“Tapi kalau yang pesan ingin harganya tinggi dan bagus ya saya tidak berani pakai rongsok. Saya belikan pir baru. Harganya sekitar Rp200.000-Rp300.000,” kata Zudy yang pernah dijahit 14 di telapak tangannya karena terkena goresan pedang itu.

Rata-rata, pemesan menginginkan pedang sesuai budjet. Jika pemesan ingin kualitas bagus dan berani bayar mahal, Zudy membeli bahan baku yang baru. Jika pedang hanya untuk dipajang dan hanya ingin sekedar punya, bahan rongsok pun jadi pilihan. “Sama-sama kuat, asal jeli milihnya,” katanya.

Meski pengerjaan satu katana sampai satu minggu, namun keuntungan yang diperoleh cukup menjanjikan. “Bisa lebih dari 100 persen. Modal Katana Rp500.000, jualnya bisa Rp1,5 juta,” tuturnya. Sementara untuk Kerambit dijual sekitar Rp300.000 dan Kukri sekitar Rp700.000.

Dari proses penempaan, gerinda, Hardening Temper (HT) atau sepuh, sampai finishing, ia selalu mengutamakan ketelatenan. “Yang paling lama itu finishing-nya. Harus ngasah sampai tajam dan halus. Dan saya selalu mengutamakan sudut ketajaman yang presisi,” ujar pria penggemar ular ini.

Ia tidak ingin mengecewakan pelanggan yang datang dari berbagai daerah. Di Jogja sendiri, Majelis Mujahidin Bantul adalah salah satu pelanggannya. Zudy tak sekedar menjual pedang. Ia juga selektif terhadap konsumen yang ia layani. Mengingat senjata tajam, ia sengaja tidak melayani pemesan dari kalangan anak pelajar.

[Referensi: http://news.okezone.com/read/2016/03/08/510/1330724/ubah-rongsokan-jadi-pedang-mahal-bernilai-tinggi ]

Harga Plat SAPH JIS G3113

saph plate beyond-steel

Plate SAPH

Plat SAPH didefinisikan sebagai baja lembaran canai panas untuk aplikasi struktural automotive. Jenis baja ini luar biasa dalam kekuatan, drawability dan mampu las yang digunakan untuk frame mobil, roda dan bagian-bagian lain.

Baja SAPH dalam Standar Industri Jepang (JIS) dikodekan dengan:

JIS G 3113:2006 – Hot rolled steel plate, sheet and strip for automobile structural uses.

Komposisi Kimia & Mechanical properties JIS G3113 hot rolled steel sheet and strip for automobile structural uses

Material Chemical

Composition %

Tensile Yield Point (N/mm2) Elongation %
Strength Thickness (mm) Thickness (mm)
P (Max) S (Max) N/mm2 < 6mm 6 – 8 excl. 8 – 14 lncl. 1.6 – 2.0 2.0 – 2.5
SAPH310 0.040 0.040 310 min. (185 min.) (185mm.) (175 min.) 33 min. 34 min.
SAPH370 0.040 0.040 370 min. 225 min. 225 min. 215 min. 32mm. 33 min.
SAPH400 0.040 0.040 400 mm. 255 mm. 235 mm. 235 mm. 31 mm. 32 mm.
SAPH440 0.040. 0.040 440 mm. 305 mm. 295 mm. 275 mm. 29 mm. 30 mm.

Informasi pemesanan dan harga:
Hubungi sales beyond-steel

 

Referensi:
http://beyond-steel.blogspot.co.id/2011/08/plat-sphc-po-sphcsaphsphfsphesphd-for-automobile.html

Persamaan & Perbedaan LRT, MRT, dan KRL

Secara kasat mata, LRT tidak jauh berbeda dengan kereta perkotaan lainnya, baik itu kereta rel listrik (KRL) Commuter Line ataupun mass rapid transit (MRT) yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan di Jakarta.

LRT, MRT, dan KRL merupakan moda transportasi berbasis rel (menggunakan light rail), sama-sama digerakan oleh aliran listrik dari bagian atas.

Jenis rel yang akan digunakan oleh LRT adalah jenis rel sepur lebar (Standard gauge) dengan ukuran 1.435 mm, standar lebar sepur yang sama juga saat ini digunakan oleh KRL dan nantinya juga akan oleh MRT.

LRT sendiri merupakan moda transportasi berbasis rel yang sudah sejak lama dimiliki oleh dua kota di negara tetangga, yakni Singapura dan Kuala Lumpur.

Data Land Transport Authority di Singapura menyebutkan saat ini di kota tersebut terdapat tiga rute LRT; sedangkan di Kuala Lumpur ada lima rute.

Meski memiliki banyak kesamaan, ada sejumlah perbedaan antara LRT, MRT, dan KRL. Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain adalah:

Daya angkut (kapasitas)

Kapasitas LRT jauh lebih kecil dari MRT ataupun KRL. Ahok mengatakan LRT di Jakarta merupakan rangkaian kereta yang terdiri dari maksimal tiga kereta. Setiap rangkaian kereta hanya bisa mengangkut maksimal 628 orang penumpang.

Sedangkan kereta yang akan digunakan oleh MRT adalah rangkaian kereta yang terdiri dari maksimal enam kereta.

“Dalam sekali perjalanan, satu rangkaian kereta dapat mengangkut 1.950 penumpang. Dalam seharinya ditargetkan dapat mengangkut 173.000 penumpang,” papar Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami beberapa waktu lalu.

Kapasitas MRT tersebut hampir sama dengan daya angkut KRL yang setiap rangkaian keretanya (terdiri dari 8 hingga 10 kereta) sanggup mengangkut 2.000 penumpang.

Perlintasan

Ada tujuh koridor LRT yang ditargetkan akan dibangun. Dua koridor yang akan dibangun terlebih dahulu dan ditargetkan sudah bisa beroperasi paling lambat tahun 2018 adalah Kebayoran Lama-Kelapa Gading dan Kelapa Gading-Kemayoran-Pesing-Bandara Soekarno-Hatta.

Semua perlintasan LRT di Jakarta direncanakan dibangun dengan jalur layang (elevated). Ini berbeda dengan perlintasan MRT yang dibangun dalam dua jenis, yakni layang dan bawah tanah (underground).

Proyek pembangunan tahap satu MRT di Jakarta akan menyelesaikan rute Lebak Bulus-Sisingamangaraja-Bundaran HI. Rute ini juga ditargetkan bisa beroperasi paling lambat pada tahun 2018.

Perlintasan Lebak Bulus-Sisingamangaraja merupakan jalur layang, sedangkan Sisingamangaraja-Bundaran HI merupakan jalur bawah tanah.

Jalur layang maupun jalur bawah tanah merupakan jalur rel yang tidak akan bersinggungan dengan jalan raya (perlintasan sebidang).

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Muhammad Nasyir pernah mengatakan, jenis perlintasan berpengaruh besar terhadap jarak kedatangan antar rangkaian kereta di stasiun.

Tidak adanya perlintasan sebidang akan membuat kedatangan rangkaian kereta bisa dilakukan sesering mungkin.

“Karena tidak ada perlintasan sebidang, pelayanannya jadi lebih cepat. Nantinya keretanya akan tiba di stasiun per 5 menit,” kata Nasyir.

Faktor inilah yang sejauh ini tidak bisa dilakukan dalam layanan KRL karena hampir semua rute KRL merupakan jalur di atas tanah. Akibatnya banyak perlitasan sebidang.

Satu-satunya jalur KRL yang tidak memiliki perlintasan sebidang adalah jalur yang menghubungkan Manggarai-Jakarta Kota. Jalur ini merupakan jalur layang.

“Kalau kami agak susah mengurus ke perlintasan sebidang juga, karena dampaknya pasti ke sana (kemacetan). Karena kalau kereta tambah, dampak memang ke palang pintu (sering ditutup). Maka, kami akan komunikasikan ke Pemda”, kata Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Muhammad Fadhil beberapa waktu lalu.

(Sumber: megapolitan.kompas.com)