Tubing Pipa Stainless Steel

Tubing Stainless Steel – adalah selongsong bundar berongga berbentuk silinder terbuat dari material stainless steel tahan karat. Tubing stainless steel umumnya dipakai sebagai media pengantar liquid yang bersifat tawar atau juga udara dan gas yang bertekanan.

 

Perbedaan Tubing dan Pipa

Tubing dimensi nya /diukur dari diameter luar ( OD Outside Diameter), sementara diameter dalam (ID inside diameter) nya tergantung dari wall thickness nya yang disebut “gauge”. Tubing umumnya memiliki ukuran diameter kecil sampai 1,5in saja, sedangkan pipa memiliki ukuran diameter yang lebih besar, dimana nominal dimensi / diameter yang diukur adalah diameter dalam ID. Ukuran diameter luar (OD) nya tergantung dari wall thickness dari pipa yang biasa disebut ”schedule”

Tabel ukuran Berat Tubing Stainless

Ukuran OD x Tebal Berat (Kg)
1/4″ x 0,035″ 0,74
1/4″ x 0,049″ 0,96
1/4″ x 0,065″ 1,17
3/8″ x 0,035″ 1,16
3/8″ x 0,049″ 1,56
3/8″ x 0,065″ 1,96
1/2″ x 0,035″ 1,59
1/2″ x 0,049″ 2,15
1/2″ x 0,065″ 2,75
1/2″ x 0,089″ 3,56
5/8″ x 0,035″ 2,01
5/8″ x 0,049″ 2,75
5/8″ x 0,065″ 3,54
3/4″ x 0,035″ 2,44
3/4″ x 0,049″ 3,34
3/4″ x 0,065″ 4,33
1″ x 0,035″ 3,29
1″ x 0,049″ 4,54
1″ x 0,065″ 5,91
1 1/4″ x 0,035″ 4,16
1 1/4″ x 0,049″ 5,75
1 1/4″ x 0,065″ 7,52
1 1/4″ x 0,083″ 9,46
1 1/2″ x 0,035″ 4,96
1 1/2″ x 0,049″ 6,92
1 1/2″ x 0,065″ 9,07
1 1/2″ x 0,083″ 11,44
6 mm x 1 mm 0,76
6mm x 1,5 mm 1,02
6 mm x 2 mm 1,21
8 mm x 1 mm 1,06
8 mm x 1,5 mm 1,47
8 mm x 2 mm 1,81
10 mm x 1 mm 1,36
10 mm x 1,5 mm 1,92
10 mm x 2 mm 2,41
12 mm x 1 mm 1,66
12 mm x 1,5 mm 2,38
12 mm x 2 mm 3,02
15 mm x 1 mm 2,11
15 mm x 1,5 mm 3,06
15 mm x 2 mm 3,92
16 mm x 1 mm 2,26
16 mm x 1,5 mm 3,28
16 mm x 2 mm 4,22
20 mm x 1 mm 2,87
20 mm x 1,5 mm 4,19
20 mm x 2 mm 5,43
22 mm x 1 mm 3,17
22 mm x 1,5 mm 4,64
22 mm x 2 mm 6,03
25 mm x 1 mm 3,62
25 mm x 1,5 mm 5,32
25 mm x 2 mm 6,94
Iklan

Pabrik Plate cold-rolled annealed steel Krakatau Nippon Steel Sumikin Resmi beroperasi

Pabrik Plate cold-rolled annealed steel PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS), perusahaan joint venture antara Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) meresmikan pabrik barunya di plant site Cilegon, Banten

Peresmian pabrik galvanizing, annealing and processing line (GAPL) dilakukan hari ini di plant site Cilegon, Banten. Saat ini KRAS memiliki porsi 20% saham KNSS sedangkan sebagian besar sisanya dimiliki oleh Nippon Steel and Sumitomo.

‘KNSS sendiri telah mulai beroperasi pada bulan Juli 2017 dengan kapasitas produksi 480.000 metrik ton per tahun,’ ujar Djoko Muljono, Direktur KNSS dalam siaran persnya, Selasa (7/8).

Nantinya pabrik tersebut akan memproduksi cold-rolled annealed steel, hot-dip galvanized steel dan galvanenealed, termasuk juga lembaran baja untuk panel luar otomotif dan komponen otomotif tahan karat.

Pabrik KNSS sudah selesai pembangunannya pada tahun lalu dan mulai melakukan proses commisioning. Baru pada hari ini pabrik tersebut bisa beroperasi secara komersial.

Baja Ringan Tatalogam Hadir di Indobuildtech 2018

 

Kebutuhan baja ringan yang terus meningkat, seiring dengan program pemerintah mendorong pembangunan sejuta rumah, berdampak positif bagi perusahaan produksi baja ringan berkualitas.Salah satunya adalah Tatalogam.

Sukses yang diraih Taso sehingga menjadi primadonanya baja ringan di Indonesia tentu saja tak lepas dari kualitas produknya yang telah teruji. Taso diproduksi oleh pabrik yang telah memiliki sistem kerja berstandar internasional dengan sertifikasi ISO sejak tahun 2003 sehingga Taso terjamin kualitasnya karena telah melalui quality control yang ketat.

Dengan empat super pabrik, PT Tatatlogam Lestari menjamin kualitas dan kuantitas produksi yang besar yang sanggup menyediakan kebutuhan masyarakat. Taso terbukti jadi pilihan utama masyarakat Indonesia dengan peraihan Top Brand Award berturut turut dari tahun 2015 hingga 2018.

“Jadi produk kami telah terbukti keunggulannya dibanding produk-produk lain, dikarenakan TASO sudah sesuai SNI”, ungkap Stephanus Koeswandi, Vice President PT Tatalogam Lestari, di sela pameran Indobuiltech 2018, Kamis (3/5).

Produk baja ringan dengan merek Taso telah diuji di laboratorium Puskimdi Bandung dan uji struktur di Laboratorium truktur & Bahan Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITB.

Menggunakan bahan baku baja Hi Ten G550 membuat Taso tahan karat, kuat, tidak melendut dan melintir dan tahan untuk segala macam genteng.

Taso selangkah lebih maju dengan proses sertifikasi SNI 8399:2017 untuk bentuk profil, sehingga dijamin memiliki kekuatan sesuai standar keamanan yang disyaratkan. Karena Taso adalah merk baja ringan yang mencantumkan spesifikasi produk dan tebal bahan baku dengan jelas dan sesuai aslinya.

Pada pameran Indobuildtech ke 16, yang berlangsung dari 2-6 Mei 2018 di ICE BSD City, Tangerang – Indonesia, PT Tatalogam Lestari juga memperkenalkan inovasi baru. Domus, yang selama ini populer dengan tagline “Bikin Rumah Hanya 5 Hari”, dihadirkan kembali dengan mengusung inovasi baru System Domus.

Dengan System Domus baru ini, masyarakat bisa membangun Ruko, Gudang, Pabrik, Sekolah, Pasar dan berbagai bangunan lain dengan cepat, kuat dan aman. Dengan material utama yang digunakan adalah Purlin dan Praktis.

Purlin adalah profil baja galvanis dengan bentuk kanal C, mempunyai ukuran dan ketebalan tertentu. Berbahan baku baja Hiten G450 & Z18/Z22 yang lebih kuat dari CNP baja konvensional , memberikan jaminan keawetan dalam jangka panjang, baik untuk pemasangan outdoor maupun indoor. Purlin cocok untuk aplikasi bangunan sebagai gording maupun Girts (dudukan Cladding).

Sedangkan Praktis, berfungsi untuk membentuk kolom praktis pada bangunan yang tidak memerlukan perakitan besi beton, bekisting maupun pengecoran. Praktis berbahan baku galvanis sehingga dijamin tahan terhadap air adukan semen.

Selama lima hari penyelenggaraan pameran, ada banyak promo menarik yang ditawarkan. Seperti harga yang spesial dan hadiah langsung, bagi pengunjung yang membeli produk di Stand PT Tatalogam Lestari.

Berandalan Pencuri 44 Batang Besi Bekas PT Pertamina Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Susu

 

Dua pria pelaki pencurian puluhan batang besi bekas PT. Pertamina bernasib naas. Keduanya terciduk oleh personel Polsek Pangkalan Susu bersama beberapa barang bukti hasil pencurian besi bekas PT. Pertamina. Akibatnya, kedua pria ini terpaksa mendekam di sel tahanan sementara Polsek Pangkalan Susu, Selasa (8/5/2018)

Pelaksana Harian Kapolsek Pangkalan Susu, Iptu M Jamal mengatakan, kedua pria diamankan jelang dini hari Senin, (7/5/018) sekitar pukul 23.00 WIB. Dua pencuri diamankan saat berada di Water Threadman Injecsi Plant Eks Jafek, Dusun Kampung Baru Desa Serang Jaya Hilir Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat.

Keduanya yakni, Budiono alias Sudut (49) kesehariannya bekerja mocok-mocok, warga Dusun II Nelayan Desa Serang Jaya Hilir Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat, dan Epi Mayasari (35) seorang wiraswasta warga Dusun II Nelayan Desa Serang Jaya Hilir Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat.

“Keduanya diamankan personil Unit Reskrim Polsek Pangkalan Susu dibantu Personil Pospol Prapen Polsek Pangkalan Susu. Penangkapan hasil pengembangan dari salah seorang tersangka yang sudah tertangkap, Arham alias Am,” kata Iptu M Jamal

Dijelaskan Iptu M Jamal, ketiga orang ini pelaku pencurian puluhan batang besi bekas milik PT. Pertamina, EP Rantau yang terjadi pada hari Sabtu (7/4/2018) silam pada pukul 21.30 WIB. Penangkapan ini juga sesuai dengan LP / 24 / IV / 2018 / LKT / SEK PKL. SUSU Tgl. 8 April 2018.

Petugas polisi berhasil menemukan keberadaan Budiono dan Epi setelah adanya laporan dari warga bernama Syawaluddin Indra (52). Syawaluddin merupakan sekuriti di Dusun Tarakan Komperta Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang.

“Kasus ini berdasarkan informasi pelapor beserta saksi mendatangi TKP, namun sesampainya di TKP pelaku sudah tidak berada di tempat. Pelapor beserta saksi melakukan pengejaran dan berhasil menemukan kenderaan yang dibawa oleh pelaku tepatnya di Depan SMP Negeri Prapen Desa Perkebunan Prapen Kecamatan Pematang Jaya. Pada saat penyergapan, pelapor beserta saksi berhasil mengamankan Arham. Namun dua orang pelaku lainnya berhasil melarikan diri. Atas kejadian ini PT. Pertamina, EP Rantau mengalami kerugian Rp. 5 juta rupiah,” jelas M Jamal.

Total dari pencurian yang dilakukan ketiga pelaku, petugas turut memgamankan 44 batang besi siku, 10 potongan plat besi, satu roda angin, satu pacs ring. Selain barang bukti pencurian, petugas juga menyita satu unit Mobil Pick Up Grand Max BK 8876 CF yang diduga sebagai kendaraan pelaku melancarkan aksinya.

 

Sumber:  www.medan.tribunnews.com

Plat Besi Duta Logistik Senilai Rp 200 Juta Lenyap Dibobol Maling

Gudang PT Duta Logistik Asia di Sagulung kebobolan, Selasa (20/3). Sebanyak 52 plat besi untuk mesin pembakaran arang bernilai Rp 200 juta lenyap dari lokasi perusahaan tersebut. Pelaku pencurian adalah Natanael Marbun karyawan perusahaan yang beraksi bersama Gozali dan Bt, dua rekannya.

Natael dan Gozali sudah diamankan Polsek Sagulung, Kamis (22/3) malam, sementara Bt masih buron.

Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto menjelaskan, penangkapan dua pelaku itu merupakan tindak lanjut dari laporan pihak PT Duta Logistik Asia terkait aksi pembobolan itu. “Ada petunjuk jadi tak begitu lama kami selidiki. Kedua pelaku (yang sudah diamankan) kami tangkap di rumah mereka di Seilekop. Mereka tetanggaan,” ujar Hendrianto.

Dari keterangan kedua pelaku, sebelum beraksi mereka sudah merencanakan aksi pencurian itu. Otak pelaku pencurian adalah Natanael karena dia yang tahu persis keberadaan plat besi tersebut dengan berat masing-masing 15 Kg itu.

Dengan menggunakan sepeda motor becak, ketiga pelaku memasuki kawasan perusahaan di malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Kepada petugas keamanan perusahaan, Natanael beralasan untuk mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai dengan membawa dua rekannya. Ketiganya lantas mengangkut plat besi itu ke dalam becak mereka. Saat petugas sekuriti lengah ketiganya membawa keluar besi baja tersebut.

“Selain plat besi untuk mesin arang ini, mereka juga bawa besi scrab lainnya,” ujar Hendrianto.

Besi baja hasil curian itu dijual tiga pelaku ke salah satu pengepul besi tua di wilayah Sagulung seharga Rp 5,9 juta.”Sudah dijual dan mereka sudah bagi-bagi uang hasil jualan besi curian ini,” tutur Hendrianto.

Namun demikian aksi ketiga pelaku ini tak jelih, sebab kedatangan mereka ke lokasi perusahaan yang diketahui oleh petugas keamanan perusahaan. Ini memudahkan polisi untuk menangkap mereka.

Kepada wartawan, Natanael dan Gozali mengakui perbuatan mereka itu. Mereka nekad mencuri plat besi tersebut karena desakan ekonomi. “Serba kekurangan kami, makanya melakukan hal ini,” ujar Nayanel.

Harga plat besi yang dicuri para pelaku diakui Hendrianto bernilai sekitar Rp 200 juta. Besi baja itu memang mahal sebab terbuat dari material baja untuk mesin pembuat arang. “Besi baja ini didatangkan dari China, makanya mahal,” tutur Hendrianto.

Kedua pelaku yang sudah diamankan dijerat pasal 363 KUHP dan pasal 480 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara.

 

Sumber:  batampos.co.id

2 Juta Batang Besi Beton China Non SNI Disita

 

Kementerian Perdagangan mengamankan 2 juta batang besi beton yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia, di Balaraja, Banten. Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono menjelaskan produk besi beton yang diamankan ini terdiri atas berbagai merek dan ukuran hasil Produksi PT SS. Pengamanan produk ini merupakan hasil pengembangan dan pemeriksaan dari kegiatan pengawasan Kemendag.

Besi beton yang diamankan tidak memiliki sertifikasi produk pengguna tanda SNI (SPPT SNI) serta tidak memiliki nomor registrasi produk (NRP). Sehingga patut diduga besi beton ini tidak memenuhi persyaratan SNI dan hasil uji temuan di lapangan tidak memenuhi persyaratan SNI dan hasil uji temuan di lapangan tidak memenuhi persyaratan SNI. Imbasnya dapat menimbulkan kerugian bagi konsumen,” kata dai di lokasi penyitaan di Pabrik Baja Tulang di Balaraja, Kamis (24/5/2018)

Sebelumnya juga di Makasar Sulawesi Selatan Kemendag juga mengamankan 351.000 batang besi beton dari berbagai merek dan ukuran di Gudang CV SMM. Hasil Pengujian menyimpulkan produk tersebut tidak memenuhi persyaratan SNI 07-2052-2002 tidak memiliki SPPT SNI serta tidak memiliki NRP. Nilai total dari sitaan yang dilakukan Kemendag ini mencapai Rp 70 miliar.

“Kami akan koordinasi dengan Kementerian Perindustruian mengenai hal ini, karena ini juga terkait investasi di dalam negeri. Memang besi beton ini diproduksi di dalam negeri dan untuk kepentingan dalam negeri, tapi ini investornya dari China. jadi harus kita koordinasikan, permasalahannya bukan mereka bisa produksi besi beton dan merek, tapi mereka juga produksi untuk distributor besi beton tertentu dan itu harus ada suratnya,” kata dia .

Dia menjelaskan para pelaku usaha ini diduga melanggar dua pasal yaitu pasal 8 ayat (1) A Undang undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 57 ayat (2) undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan

 

Sumber: Detik Finance

Tongkang GMS MT 6 Batam Ditemukan Di Perairan Aceh Singkil

 

Nelayan Pulau Banyak, Aceh Singkil, Sabtu (21/4/2018) kemarin, menemukan sebuah tongkang berukuran panjang 75 Meter dan lebar 25 meter.

Tongkang saat ditemukan, terapung-apung sekitar 21 mil dari Pulau Ujung Batu, Kepulauan Banyak, Aceh Singkil.

Menurut laporan Antaruddin, Panglima Laot Pulau Banyak, Ahad (22/4/2018) kepada wartawan, setelah tongkang yang di lambungnya bertuliskan GMS MT 6 Batam itu ditemukan nelayan, pihaknya bersama anggota Polsek Pulau Banyak berangkat ke lokasi untuk memastikannya.

Setelah sampai dilokasi jelas Antaruddin, mereka menemukan tongkang tanpa awak dan terlihat sudah usang, tidak terawat.

“Ada tongkang besar terapung-apung di wilayah Pulau Ujung Batu. Dalam tongkang tak ada orang dan kondisinya pun sudah usang, tidak terawat,” jelas Antaruddin.

Bahkan, di seputar badan tongkang tambah Antruddin, sudah tumbuh pohon kayu setinggi dua meter dan rumput yang lebat.

Menurut pihaknya, tongkang yang terbuat dari plat besi itu sudah lama hanyut dan terapung di laut, diperkirakan 4-5 bulan lebih.

Sebagai langkah penyelamatan, panglima laut Pulau Banyak sudah menarik dan menambatkan tongkang tak bertuan itu di Pulau Balai.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada pihak yang mengaku sebagai pemilik tongkang

 

 

Sumber: www.acehtrend.co