Baja Ringan Tatalogam Hadir di Indobuildtech 2018

 

Kebutuhan baja ringan yang terus meningkat, seiring dengan program pemerintah mendorong pembangunan sejuta rumah, berdampak positif bagi perusahaan produksi baja ringan berkualitas.Salah satunya adalah Tatalogam.

Sukses yang diraih Taso sehingga menjadi primadonanya baja ringan di Indonesia tentu saja tak lepas dari kualitas produknya yang telah teruji. Taso diproduksi oleh pabrik yang telah memiliki sistem kerja berstandar internasional dengan sertifikasi ISO sejak tahun 2003 sehingga Taso terjamin kualitasnya karena telah melalui quality control yang ketat.

Dengan empat super pabrik, PT Tatatlogam Lestari menjamin kualitas dan kuantitas produksi yang besar yang sanggup menyediakan kebutuhan masyarakat. Taso terbukti jadi pilihan utama masyarakat Indonesia dengan peraihan Top Brand Award berturut turut dari tahun 2015 hingga 2018.

“Jadi produk kami telah terbukti keunggulannya dibanding produk-produk lain, dikarenakan TASO sudah sesuai SNI”, ungkap Stephanus Koeswandi, Vice President PT Tatalogam Lestari, di sela pameran Indobuiltech 2018, Kamis (3/5).

Produk baja ringan dengan merek Taso telah diuji di laboratorium Puskimdi Bandung dan uji struktur di Laboratorium truktur & Bahan Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITB.

Menggunakan bahan baku baja Hi Ten G550 membuat Taso tahan karat, kuat, tidak melendut dan melintir dan tahan untuk segala macam genteng.

Taso selangkah lebih maju dengan proses sertifikasi SNI 8399:2017 untuk bentuk profil, sehingga dijamin memiliki kekuatan sesuai standar keamanan yang disyaratkan. Karena Taso adalah merk baja ringan yang mencantumkan spesifikasi produk dan tebal bahan baku dengan jelas dan sesuai aslinya.

Pada pameran Indobuildtech ke 16, yang berlangsung dari 2-6 Mei 2018 di ICE BSD City, Tangerang – Indonesia, PT Tatalogam Lestari juga memperkenalkan inovasi baru. Domus, yang selama ini populer dengan tagline “Bikin Rumah Hanya 5 Hari”, dihadirkan kembali dengan mengusung inovasi baru System Domus.

Dengan System Domus baru ini, masyarakat bisa membangun Ruko, Gudang, Pabrik, Sekolah, Pasar dan berbagai bangunan lain dengan cepat, kuat dan aman. Dengan material utama yang digunakan adalah Purlin dan Praktis.

Purlin adalah profil baja galvanis dengan bentuk kanal C, mempunyai ukuran dan ketebalan tertentu. Berbahan baku baja Hiten G450 & Z18/Z22 yang lebih kuat dari CNP baja konvensional , memberikan jaminan keawetan dalam jangka panjang, baik untuk pemasangan outdoor maupun indoor. Purlin cocok untuk aplikasi bangunan sebagai gording maupun Girts (dudukan Cladding).

Sedangkan Praktis, berfungsi untuk membentuk kolom praktis pada bangunan yang tidak memerlukan perakitan besi beton, bekisting maupun pengecoran. Praktis berbahan baku galvanis sehingga dijamin tahan terhadap air adukan semen.

Selama lima hari penyelenggaraan pameran, ada banyak promo menarik yang ditawarkan. Seperti harga yang spesial dan hadiah langsung, bagi pengunjung yang membeli produk di Stand PT Tatalogam Lestari.

2 Juta Batang Besi Beton China Non SNI Disita

 

Kementerian Perdagangan mengamankan 2 juta batang besi beton yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia, di Balaraja, Banten. Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono menjelaskan produk besi beton yang diamankan ini terdiri atas berbagai merek dan ukuran hasil Produksi PT SS. Pengamanan produk ini merupakan hasil pengembangan dan pemeriksaan dari kegiatan pengawasan Kemendag.

Besi beton yang diamankan tidak memiliki sertifikasi produk pengguna tanda SNI (SPPT SNI) serta tidak memiliki nomor registrasi produk (NRP). Sehingga patut diduga besi beton ini tidak memenuhi persyaratan SNI dan hasil uji temuan di lapangan tidak memenuhi persyaratan SNI dan hasil uji temuan di lapangan tidak memenuhi persyaratan SNI. Imbasnya dapat menimbulkan kerugian bagi konsumen,” kata dai di lokasi penyitaan di Pabrik Baja Tulang di Balaraja, Kamis (24/5/2018)

Sebelumnya juga di Makasar Sulawesi Selatan Kemendag juga mengamankan 351.000 batang besi beton dari berbagai merek dan ukuran di Gudang CV SMM. Hasil Pengujian menyimpulkan produk tersebut tidak memenuhi persyaratan SNI 07-2052-2002 tidak memiliki SPPT SNI serta tidak memiliki NRP. Nilai total dari sitaan yang dilakukan Kemendag ini mencapai Rp 70 miliar.

“Kami akan koordinasi dengan Kementerian Perindustruian mengenai hal ini, karena ini juga terkait investasi di dalam negeri. Memang besi beton ini diproduksi di dalam negeri dan untuk kepentingan dalam negeri, tapi ini investornya dari China. jadi harus kita koordinasikan, permasalahannya bukan mereka bisa produksi besi beton dan merek, tapi mereka juga produksi untuk distributor besi beton tertentu dan itu harus ada suratnya,” kata dia .

Dia menjelaskan para pelaku usaha ini diduga melanggar dua pasal yaitu pasal 8 ayat (1) A Undang undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 57 ayat (2) undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan

 

Sumber: Detik Finance

Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Rusia meresmikan jembatan gantung terpanjang di dunia pada 2 Juli, investasi bernilai triliunan rupiah ini berupaya untuk menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan Timur Jauh. Berikut gambar-gambarnya:

Sumber: AFP News