Jual Tubing Stainless Steel

Tubing Stainless Steel – adalah selongsong bundar berongga berbentuk silinder terbuat dari material stainless steel tahan karat. Tubing stainless steel umumnya dipakai sebagai media pengantar liquid yang bersifat tawar atau juga udara dan gas yang bertekanan.

 

Perbedaan Tubing dan Pipa

Tubing dimensi nya /diukur dari diameter luar ( OD Outside Diameter), sementara diameter dalam (ID inside diameter) nya tergantung dari wall thickness nya yang disebut “gauge”. Tubing umumnya memiliki ukuran diameter kecil sampai 1,5in saja, sedangkan pipa memiliki ukuran diameter yang lebih besar, dimana nominal dimensi / diameter yang diukur adalah diameter dalam ID. Ukuran diameter luar (OD) nya tergantung dari wall thickness dari pipa yang biasa disebut ”schedule”

Tabel ukuran Berat Tubing Stainless

Ukuran OD x Tebal Berat (Kg)
1/4″ x 0,035″ 0,74
1/4″ x 0,049″ 0,96
1/4″ x 0,065″ 1,17
3/8″ x 0,035″ 1,16
3/8″ x 0,049″ 1,56
3/8″ x 0,065″ 1,96
1/2″ x 0,035″ 1,59
1/2″ x 0,049″ 2,15
1/2″ x 0,065″ 2,75
1/2″ x 0,089″ 3,56
5/8″ x 0,035″ 2,01
5/8″ x 0,049″ 2,75
5/8″ x 0,065″ 3,54
3/4″ x 0,035″ 2,44
3/4″ x 0,049″ 3,34
3/4″ x 0,065″ 4,33
1″ x 0,035″ 3,29
1″ x 0,049″ 4,54
1″ x 0,065″ 5,91
1 1/4″ x 0,035″ 4,16
1 1/4″ x 0,049″ 5,75
1 1/4″ x 0,065″ 7,52
1 1/4″ x 0,083″ 9,46
1 1/2″ x 0,035″ 4,96
1 1/2″ x 0,049″ 6,92
1 1/2″ x 0,065″ 9,07
1 1/2″ x 0,083″ 11,44
6 mm x 1 mm 0,76
6mm x 1,5 mm 1,02
6 mm x 2 mm 1,21
8 mm x 1 mm 1,06
8 mm x 1,5 mm 1,47
8 mm x 2 mm 1,81
10 mm x 1 mm 1,36
10 mm x 1,5 mm 1,92
10 mm x 2 mm 2,41
12 mm x 1 mm 1,66
12 mm x 1,5 mm 2,38
12 mm x 2 mm 3,02
15 mm x 1 mm 2,11
15 mm x 1,5 mm 3,06
15 mm x 2 mm 3,92
16 mm x 1 mm 2,26
16 mm x 1,5 mm 3,28
16 mm x 2 mm 4,22
20 mm x 1 mm 2,87
20 mm x 1,5 mm 4,19
20 mm x 2 mm 5,43
22 mm x 1 mm 3,17
22 mm x 1,5 mm 4,64
22 mm x 2 mm 6,03
25 mm x 1 mm 3,62
25 mm x 1,5 mm 5,32
25 mm x 2 mm 6,94

Sejarah Penemuan Stainless Steel


Stainless steel adalah material yang mengandung senyawa besi dan setidaknya 10,5% Kromium untuk mencegah proses korosi (pengkaratan logam). Kemampuan tahan karat diperoleh dari terbentuknya lapisan film oksida kromium yang menghalangi proses oksidasi besi (Fe).

Stainless steel bukanlah baja biasa karena mempunyai keunggulan keunggulan yang tidak dimiliki oleh logam lain. Selain tahan terhadap karat yang menjadi keunggulan utama, stainless steel juga memiliki beberapa keunggulan yaitu :

  • Tahan terhadap perubahan suhu meskipun diluar ruangan
  • Mudah difabrikasi,
  • Logam ini juga mudah untuk dimodifikasi guna berbagai kepentingan, berbahan Kuat, Estetik dan Higienis.
  • Logam tahan karat sehingga dapat tahan lebih lama dan ini juga berarti efisiensi biaya perawatan)

Penemu Stainless Steel

Penemu stainless steel adalah seorang yang bernama Harry Brearley. Harry Brearley (1871 – 1948) dikenal sebagai penemu logam yang biasa disebut stainless steel. Brearley sejak kecil sudah akrab dengan dunia yang berhubungan dengan industri baja, ayahnya adalah seorang pekerja di suatu pabrik baja.
Pada usia 12 tahun, Brearley sudah bekerja di pabrik baja tempat ayahnya bekerja. Setelah itu, karena kepintarannya ia menjadi asisten di laboratorium kimia, sehingga semakin mengerti tentang ilmu logam dan senyawa.
Brearley juga sempat belajar ke pabrik di luar negeri untuk memperdalam ilmu dan wawasannya tentang ilmu logam. Pada tahun 1908, dua pabrik baja besar di Sheffield (Inggris) setuju untuk membiayai laboratorium riset umum, yaitu Brown Firth Research Laboratories. Di laboratorium tersebut, Brearley muda memimpin proyek riset umum tersebut. Pada tahun 1912, laboratorium Brown Firth Research Laboratories meneliti daya tahan karat laras senapan, masalahnya adalah baja yang terdapat pada laras senapan tersebut tidak tahan dengan suhu tinggi dan mulai mudah karat. Belajar dari insiden tersebut, Brearley akhirnya mulai menguji penambahan kandungan kromium ke baja untuk mengurangi proses pengaratan. Penelitian ini berfokus pada penghitungan sejumlah tingkat karbon, kromium, dan besi yang diberikan. Dari hasil eksperimen tersebut, minimal diperlukan 12% kromium agar besi bisa tahan akan karat.

Dari eksperimen yang dilakukan Brearley akhirnya terlihat bahwa ukuran atom pada unsur kromium dan oksidanya, ternyata sama persis sehingga bisa menutup rapat satu sama lainnya di permukaan besi. Jika permukaan besi itu tergurat, secara otomatis lapisan passive film ( tabir kasat mata hasil kromium jika terpapar oksigen )
akan langsung terbentuk kembali untuk melindung permukaan besi dari oksidasi karat. Akhirnya tepat di tanggal 13 Agustus tahun 1913, stainless steel pertama diproduksi di laboratorium Brown-Firth berkat hasil eksperimen dari Brearley. Oleh karena itulah Harry Brearley dianggap sebagai penemu Stainless Steel. Hingga akhirnya si penemu stainless steel Harry Brearley meninggal di daerah Torquay, Inggris, Britania Raya pada usia 77 tahun tertanggal pada 14 Juli 1948.

 

Material Rongsokan jadi Pedang Bernilai Tinggi

Material Rongsokan jadi Pedang Bernilai Tinggi

IMG_20160516_104919

Mengoleksi sekaligus membuat pedang merupakan hobi yang jarang ditemui. Banyak di antara pecinta pedang yang hanya membeli dari pengrajin dan tinggal memajangnya di dinding rumah.

Namun tidak bagi Zudy Wahyu Praptono. Pria 36 tahun yang sejak lama menyukai pedang ini akhirnya memutuskan untuk membuat sendiri. Untuk pertama kalinya ia membuat pisau skinner atau pisau kecil yang digunakan untuk memisahkan daging dengan kulit hewan. Ketika di-upload di Facebook, pisau buatannya itu ternyata laku terjual.

Zudy memang aktif di beberapa grub di Facebook. Mulai dari Indonesia Katana Lovers, Indonesian Blades, Forum Bilah Indonesia, Jogja Flying Metal (JFM), Krambit Indonesia Punya, Forum Kapak dan Bilah, hingga Golok Tradisional Indonesia. Hampir semua pemesan merupakan rekan Zudy di grub-grub tersebut.

Saking banyaknya pemesan, akhirnya sekitar tiga tahun lalu Zudy memutuskan berhenti sebagai pengrajin perak. Ia memilih menekuni profesi sebagai pengrajin pedang.

Sudah banyak jenis pedang yang ia produksi di rumahnya di Gedongan RT 1/RW 1 No 15 Desa Purbayan, Kota Gede, Yogya. Seperti Kerambit Minangkabau, Kukri, berbagai pedang dari Jepang seperi Katana, Wakisasi, dan Tanto, dan masih banyak lagi.

Pria tiga anak ini sengaja memilih bahan baku baja seperti SKD11. Dibanding stainless 420J2 yang memang menawarkan tesktur halus serta mengkilap, baja skd11 dinilai lebih kuat meski lebih mudah berkarat.

“Biar tidak karatan tinggal dioles Virgin Coconut Oil (VCO) dua bulan sekali. Setelah itu pajang lagi,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, beberapa waktu lalu, dikutip dari Harianjogja, Selasa (7/3/2016) malam.

Uniknya, baja yang ia gunakan sebagian besar merupakan rongsokan berupa pir truk dan laher. Setiap 1kg rongsok ia beli seharga Rp7.000.

“Tapi kalau yang pesan ingin harganya tinggi dan bagus ya saya tidak berani pakai rongsok. Saya belikan pir baru. Harganya sekitar Rp200.000-Rp300.000,” kata Zudy yang pernah dijahit 14 di telapak tangannya karena terkena goresan pedang itu.

Rata-rata, pemesan menginginkan pedang sesuai budjet. Jika pemesan ingin kualitas bagus dan berani bayar mahal, Zudy membeli bahan baku yang baru. Jika pedang hanya untuk dipajang dan hanya ingin sekedar punya, bahan rongsok pun jadi pilihan. “Sama-sama kuat, asal jeli milihnya,” katanya.

Meski pengerjaan satu katana sampai satu minggu, namun keuntungan yang diperoleh cukup menjanjikan. “Bisa lebih dari 100 persen. Modal Katana Rp500.000, jualnya bisa Rp1,5 juta,” tuturnya. Sementara untuk Kerambit dijual sekitar Rp300.000 dan Kukri sekitar Rp700.000.

Dari proses penempaan, gerinda, Hardening Temper (HT) atau sepuh, sampai finishing, ia selalu mengutamakan ketelatenan. “Yang paling lama itu finishing-nya. Harus ngasah sampai tajam dan halus. Dan saya selalu mengutamakan sudut ketajaman yang presisi,” ujar pria penggemar ular ini.

Ia tidak ingin mengecewakan pelanggan yang datang dari berbagai daerah. Di Jogja sendiri, Majelis Mujahidin Bantul adalah salah satu pelanggannya. Zudy tak sekedar menjual pedang. Ia juga selektif terhadap konsumen yang ia layani. Mengingat senjata tajam, ia sengaja tidak melayani pemesan dari kalangan anak pelajar.

[Referensi: http://news.okezone.com/read/2016/03/08/510/1330724/ubah-rongsokan-jadi-pedang-mahal-bernilai-tinggi ]

Sekrup Tulang Antibakteri

Sekrup Tulang Antibakteri

14_fclamp3mm1

Lima mahasiswa Unair dari Jurusan Teknobiomedik Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga berhasil membuat inovasi penelitian sekrup tulang antibakteri.

Penelitian yang berjudul Biodegradable Bone Screw Anti-Bakteri Berbasis Komposit Nano Hidroksiapatit Poly (1,8 Octadienol-Co- Citrate) ini mendapat dana hibah dari Dirjen Dikti.

Selama ini, penanganan kasus patah tulang dengan melakukan fiksasi internal tulang menggunakan sekrup dan plat berbasis logam, yakni platina dan stainstess steel.

Penggunaan kedua bahan ini dinilai memiliki beberapa kendala. Salah satunya, meskipun logam platina memiliki sifat mekanik yang baik, harganya relatif mahal. Sementara, penggunaan stainless steel dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan korosi yang membahayakan tubuh.

Selain itu, metode ini dinilai kurang efektif karena sekrup dan plat yang digunakan harus diambil setelah tulang tersambung kembali. Pengambilan sekrup ini menyisakan lubang pada tulang dan biasanya menimbulkan masalah baru.

Ketua tim penelitian, Imroatus, menjelaskan, sekrup tersebut terbuat dari nanohidroksiapatit [Ca 10 (PO4) 6 (OH) 2 ] dan POC [Poly (1,8- octanediol-co- citrate)].

Material ini dipilih sebagai kandidat biodegradable bone screw karena POC memiliki sifat nontoksik, biokompatibel, biodegradable, sintesisnya relatif mudah, dan meningkatkan sifat mekanik.

Sedangkan nanohidroksiapatit berfungsi sebagai filler karena kompatibel terhadap jaringan tulang. Kemudian kitosan sebagai coating yang bersifat anti-bakteri melalui kelompok amino bermuatan positif yang mengikat muatan negatif membran bakteri.

Hasil dari karakterisari sekrup tulang ini memiliki kekerasan 1482,68 MPa, sehingga sudah di atas kekerasan tulang manusia yakni 150-664 MPa dan kekuatan tekan sebesar 8,14 MPa sesuai dengan kuat tekan tulang cancellous antara 2-12 MPa.

Melalui uji antibakteri, bahan kitosan sebagai coating ini ditemukan mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus di sekitar luka. ”Keunggulan dari sekrup ini di antaranya, biodegradable karena setelah tulang terfiksasi, sekrup akan terdegradasi dalam sistem metabolisme tubuh, sehingga tidak perlu dilakukan pengambilan kembali,” jelasnya melalui siaran pers, Selasa (14/6).

Ia berharap, proposal PKM tersebut bisa lolos PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) ke-29 di IPB.

 

[Referensi: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/16/06/14/o8ra6q284-mahasiswa-unair-kembangkan-sekrup-tulang-antibakteri ]

Harga Baja Stavax

Stavax Plastic Mould Steel

Characteristic

A through-hardening premium stainless mold steel with very good corrosion resistance and excellent polishability.
Stavax is an excellent choice for small to medium size tools where corrosion in production is unacceptable and where the requirements for good hygiene are high.

Standard

AISI – 420
DIN – 1.2083
JIS – SUS420J2
GB – T1220-2007
W-Nr – 1.2083

Equivalent

Standard
Assab
Bohler
Edelstahl
Buderus
Thyssen
Hitachi
DIN
JIS
AISI
1.2083
SUS
420 J2
420
Stavax
M310
2083
2083
HPM38
1.2085
420+S
M304
21
MnCr 5
1.2162
Prexi
M100
2162
1.2311
P20
518
W330
2311
iso BM
2311
1.2312
P20+S
Holdax
M200
2312
2312
1.2316
RaMaxS
M300
2316
1.2738
P20+Ni
Impax
2738

Availability

Roundbar: 10mm – 220mm
Flat: 10mm – 100mm

Chemical Composition

Type C Cr Mn Si S P Ni V
Stavac 0.38 13.60 0.50 0.90 0.03 0.30
AISI 420 0.26-0.40 12.00-14.00 1.00 1.00 0.03 0.04 0.30
HPM38 0.38 13.60 0.50 0.75 0.03 P Ni 0.30

Mechanical Properties

Properties Stavax
Tensile Strength, Rm (MPa) 1780
Yield Strength, Rp (MPa) 1460
Elongation in 2″ (%)
Hardness (HRc) 45-52
Reduction of Area (%)
Charpy V-notch Impact Strength (toughness):
Longitudinal (ft/lb)
Transverse (ft/lb)

Physical Properties AISI 420

Properties Stavax
Density (×1000 kg/m3) 7.64
Modulus of elasticity (GPa) 200
Thermal conductivity (100oC) [W/m.K] 24.9
Specific Heat (J/Kg.C) 460
Coefficient of thermal expansion 11.4×10-6

Hardness

Hardened & Tempered: 45 ~ 52HRC

Heat Treatment

Preheating:
600-850 ° 100 (1110-1560 ° F)Normally a minimum of Two preheating steps required.

Austenitizing:
100 ° 1000-1025 (1830 -1880 ° C) 1020 House usually 100 ° (1870 ° C). For a very large  Mould 1000 100 ° (1830 ° C) Recommended it.

Annealing: 
Protect the steel and heat through to 740 ° C(1365 ° F). Then cool in the furnace at 15 ° C (30 ° F)per hour to 550 ° C (1020 ° F), then freely in air.

Stress relieving: 
After rough machining the tool should be heated through to 650 ° C (1200 ° C), holding time 2 hours.Cool slowly to 500 ° C (930 ° F), then freely in air.

Tempering: 
Tempering at 250-300 ° C (480-570 ° F) results in the best combination of toughness, hardness and corrosion resistance.Holding time at that temperature is minimum 2 hours. HOWEVER, for very large molds  it is recommended to use a high tempering temperature to Reduce the residual stresses to a minimum.

Quenching:  
Interrupted oil to below 1000F (540C). Air cool to 150F (65C). Salt bath at 250–550°C, then cool in Airblast.

Applications

For all type of moulds, especially suited for larger tools where corrosion in production is unacceptable and where high surface finish is required
Molding of corrosive plastics such as PVC, Acetates and for molds that runs under humid working and storage condition, Molding of medical components such as syringes and analysis vials,etc.

Reference:
http://metal.beyond-steel.com/2012/01/jual-sus420j2-3cr13-thyssenkrupp2083-hitachi-hpm38-bohler-m310/

Stainless SUS 420J2 Beyond-steel Nusantara

Buat anda yang membutuhkan material baja SUS 420J2 Beyond-steel Nusantara adalah tempatnya. Beyond-steel Nusantara menjual aneka material baja industri dan konstruksi yang unik dan rada sulit dicari dipasaran. Contohnya adalah material baja SUS 420J2 ini.
Kebetulan beberapa waktu yang lalu kami membutuhkan material baja as SUS 420J2 untuk mengganti baja as mesin yang patah. setelah mencari kesana kemari dibeberapa toko baja yang kami hubungi memang tersedia material baja SUS 420J2 dimaksud, namun ukuran diameter yang kami butuhkan tidak ready stok. Contohnya di salah satu distributor produk-produk baja asal Jepang, menyediakan persamaan material baja SUS 420J2 tersebut namun ukuran paling besar yang ready stok adalah diameter luar 170mm (OD= outer diameter) sementara kami membutuhkan OD minimum 180mm. Material baja SUS 420J2 OD 180 cuma tersedia di Beyond-steel Indonesia, di distributor baja dan toko toko besi lain tidak tersedia

 

Persamaan Baja SUS 420 J2

Sekilas mengenai material baja SUS 420J2 adalah baja khusus yang menurut komposisi kimianya digolongkan kedalam stainless steel martensit. Persamaan material baja ini menurut brand pembuatnya antara lain: Assab RamaxS, Assab S-136, Assab RamaxLH, Assab RamaxHH, Aubert & Duval X13T6, Bestar BE2083, Bohler Stavax, Bohler Mirrax-40, Bohler M310, Buderus Edelstahlwerke ISO-B, Carrs Tool Steels P1008, Crucible CSM 420 XL, Deutsche Edelstahlwerke PKD, Eschmann-Stahl ES120K ESR, Eschmann-Stahl K45, Eschmann-Stahl ES120K, Ferlat Acciai 2083, Grimm Edelstahl BFR40, Hagener Gussstahlwerke WM40, Hitachi HPM38, Kind & Co RF, Kobelco Steel KTSM420, Latrobe Saxman6R, Lucchini Kaylos2083, Nippon Koshuha KSP1, Ossenberg BPS2, Platestahl BM260, Poldi AK4R, Sanyo QPD5, Schmidt+Clemens RH, Schmolz Bickenbach Formadur 2083, Stahlwerk Stahlschmidt Staro, Thyssen Edelstahl Thyroplast2083, Thyssenkrupp TES2083, Villares Metals VP420, Villares Metals VP420IM, WSM Werkzeugstahl WR413, Zapp C135M, 3Cr13. Wow ternyata banyak juga jenis persamaannya dengan baja merk lainnya ya, tapi entah kenapa begitu sulit untuk mencari outer diameter seperti yang kami sebutkan diatas.

 

Mechanical Properties SUS 420 J2

Baja SUS 420J2 menurut aplikasinya sebenarnya termasuk kedalam golongan Plastic Mould Steel dengan Tensile Strength dalam N/mm2 sebesar 540 – 655 untuk kondisi annealed, dimana dalam kondisi Full harden Tensile strength dapat mencapai 880 – 1030 N/mm2 .

Kekerasan material baja SUS 420J2 untuk kondisi annealed 150 – 200 HV, kekerasannya meningkat menjadi 280 – 320 HV jika di full harden.

 

Komposisi kimia SUS 420 J2

Komposisi kimia (Chemical Composition %) material baja SUS 420 J2 dibandingkan dengan HPM & 3Cr13 selengkapnya dapat dilihat disini:

Klik disini

Review Beyond-steel Nusantara

Review kami mengenai ketepatan waktu jadwal pengiriman barang (delivery order) Beyond-steel Nusantara patut diacungi jempol. Staf nya melayani dengan baik dan tulus, Pasalnya karena material SUS 420 J2 ini harus segera diproses (Urgent) dibengkel yang sudah kami tunjuk di daerah cikupa sehingga kami meminta agar material tersebut dapat di pick malam itu juga mengingat kami turun PO sudah sekitar pukul 4 sore, dan staf pengiriman barang melayani dengan sangat baik. Akhirnya baja SUS 420 J2 kami ambil sendiri malam itu juga sekitar pukul 8 malam,
Adapun kualitas material yang kami dapatkan sangat baik, outer diameter sesuai dan potongan nya juga lurus tidak melenceng. Kami kira kalau belanja kebutuhan material baja di Beyond-steel Nusantara adalah “sesuatu banget” pinjam istilahnya syahrini hehe….
Source: http://supplier-review.blogspot.co.id/

Tabel Perbandingan Equivalent Stainless

Tabel Perbandingan Material Stainless Steel

Equivalent Standar JIS, GB, ASTM, DIN & ISO

USA
Japan
China
Germany
ISO
ASTMA276-96 JIS G4303-91 GB 1220-92 DIN17400-96 683/13-86
/ AISI DINEN10088-1-95 TR4956/84
201 SUS201 1Cr17Mn6Ni5N X12CrMnNiN 17-7-5 A-2
202 SUS202 1Cr18Mn8Ni5N X12CrMnNiN 18-9-5 A-3
301 SUS301 1Cr17Ni7 14
302 SUS302 1Cr18Ni9 DIN17440-96
X12CrNi18-9
12
303 SUS303 Y1Cr18Ni9 X12CrNiS18-9 17
303Se SUS303Se Y1Cr18Ni9Se 17a
304 SUS304 0Cr18Ni9 X5CrNi18-10 11
304L SUS304L 00Cr19Ni11 X2CrNi19-11 10
304N SUS304N1 0Cr19Ni9N
XM21 SUS304N2 0Cr19Ni10NbN
SUS304LN 00Cr18Ni10N X2CrNiN18-10 10N
305 SUS305 1Cr18Ni12 X4CrNi18-12 13
309S SUS309S 0Cr23Ni13 15
310S SUS310S 0Cr25Ni20 16
316 SUS316 0Cr17Ni12Mo2 X5CrNiMo17-12-2 20/ 20a
316Ti S31635 SUS316Ti 0Cr18Ni12Mo2Ti X6CrNiMoTi17-12-2 21
316L SUS316L 00Cr17Ni14Mo2 X2CrNiMo18-14-3 19
/ 19 a
316N SUS316N 0Cr17Ni12Mo2N X5CrNiMo17-12-2
316LN SUS316LN 00Cr17Ni13Mo2N X2CrNiMoN17-11-2 19N/ 19aN
SUS316J1 0Cr18Ni12Mo2Cu2
SUS316JIL 00Cr18Ni14Mo2Cu2
317 SUS317 0Cr19Ni13Mo3 X5CrNiMo17-13-3
317L SUS317L 00Cr19Ni13Mo3 X2CrNiMo18-15-4 24
SUS317J1 0Cr18Ni16Mo5
321 1Cr18Ni9Ti X6CrNitI18-10 11
321 SUS321 0Cr18Ni10Ti X6CrNiTi18-10 15
347 SUS347 0Cr18Ni11Nb X6CrNiNb18-10 16
XM7 SUSXM7 0Cr18Ni9Cu3 X3CrNiCu18-9-4
XM15 SUSXM15J1 0Cr18Ni13Si4
SUS329J1 0Cr26Ni5Mo2
1Cr18Ni11Si4AlTi
405 SUS405 0Cr13Al X6CrAl13 5
SUS410L 00Cr12
430 SUS430 1Cr17 X6Cr17 8
SUS430F YCr17 X6CrMoS17 8a
SUS434 1Cr17Mo X6CrMo17-1 9c
SUS447J1 00Cr30Mo2
XM27 SUSXM27 00Cr27Mo
403 SUS403 1Cr12 X6Cr13 3
410 SUS410 1Cr13 X12Cr13 3
405 SUS405 0Cr13Ae X6Cr13 1
SUS416 Y1Cr13 7
SUS410J1 1Cr13Mo X12CrM126
420 SUS420J1 2Cr13 X20Cr13 4
420 SUS420J2 3Cr13 X30Cr13 5
SUS420F Y3Cr13
4Cr13 X46Cr13
431 SUS431 1Cr17Ni2 X17CrNi16-2 96
SUS440A 7Cr17
SUS440B 8Cr17
SUS440C 9Cr17
SUS440C 11Cr17
SUS440F Y11Cr17
440C SUS440C 9Cr18Mo
9Cr18MoV X90CrMoV18
17-4PH SUS630 0Cr17Ni4Cu4Nb X5CrNiCuNb 16-4 ISO683/16-76
Zeron 100 X2CrNiMoCuWN25-7-4
Lebih Detail »